Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut kesalahan itu adalah soal teknis dan wajar terjadi.
"Ya kesalahan aritmatik teknis. Itu kan semua bisa diperbaiki," kata Hasto di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Jumat (19/4).
Dimintai tanggapan soal pernyataan Hasto, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani melempar senyuman agak sumringah. Menurutnya, seiring berjalannya waktu berbagai masalah mengenai penghitungan suara akan terjawab.
"Biar, biarkan nanti waktu yang akan menjawab semuanya," ujar Muzani kepada
Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.
Sebelumnya, viral tangkapan layar perbedaan hasil perhitungan C1 yang diunggah akun bernama Seyo Tuhu
@SetyoTu39451344. Unggahan itu lantas di-retweet akun Twitter milik Partai Gerindra @Gerindra.
Dalam form C-1 Plano tercantum pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin memperoleh 26 suara, dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat 141 suara. Namun pada Situng KPU, Jokowi-Maruh tertera 26 suara, sementara Prabowo-Sandi hanya 41 suara.
Baca:
Viral Situng KPU Beda Dengan Form C1 Plano Segera DiklarifikasiKPU pun langsung merespon dengan memperbaiki kesalahan input tersebut.
BERITA TERKAIT: