Melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (14/4), Koordinator PPI Dunia Fadjar Mulya mengatakan, proses pemilu yang aman dan damai tersebut sesuai dengan mandat Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 yang menyatakan bahwa Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Hal itu diharapkan terwujud khususnya pada puncak perhitungan surat suara serentak baik dalam maupun luar negeri pada 17 April mendatang.
"Secara hukum, proses pelaksanaan Pemilu, baik di dalam dan luar negeri, harus dilaksanakan berdasarkan enam asas tersebut," ungkap Fajar
Dengan ini, Fajar juga menekankan elemen diaspora di luar negeri dan mahasiswa, untuk menjaga proses Pemilu agar tidak terjadi kecurangan, kericuhan, atau masalah yang bisa berdampak buruk terhadap proses demokrasi di Indonesia.
"Jalannya proses Pemilu yang baik akan menjaga masa depan politik Indonesia, setidaknya untuk membantu terpilihnya Presiden, Wakil Presiden, dan Anggota Legislatif di semua tingkatan yang sesuai dengan aspirasi rakyat Indonesia," tegasnya.
Untuk menegaskan hal tersebut, PPI Dunia mengeluarkan tiga butir pernyataan sikap, pertama mendorong semua pihak untuk menahan diri dari tindakan-tindakan gegabah dan memastikan Pemilihan Umum 2019 berjalan sesuai asas Pemilu, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Kedua, mendukung semua elemen yang terlibat dalam proses Pemilu di Luar Negeri, terutama Penitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luar Negeri, Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) dan semua elemen lain untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya, menjunjung tinggi integritas dan aturan hukum yang berlaku, serta menyukseskan Proses Pemilu 2019.
Ketiga, mendorong semua warga negara Indonesia di luar negeri, tak terkecuali mahasiswa, untuk menggunakan hak pilihnya dan memastikan proses demokrasi Indonesia berjalan sehat.
"Kami percaya bahwa demokrasi yang sehat akan membuka jalan bagi terpilihnya Presiden, Wakil Presiden, dan Anggota Legislatif yang representatif bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.
BERITA TERKAIT: