Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari di Graha BNPB, Jalan Pramuka Kav. 38, Jakarta Timur, Jumat, 2 Januari 2026.
"Untuk pemulihan akses, kemarin kita sampaikan untuk jalan dan jembatan nasional ini sudah pulih, sudah terhubung secara umum 100 persen," ujar dia.
Abdul Muhari memastikan, persoalan yang kini tengah difokuskan oleh BNPB bersama-sama dengan kementerian/lembaga terkait lainnya, yakni perbaikan jembatan yang menghubungkan antarkabupaten/kota.
"Saat ini pemulihan akses jembatan kita mulai masuk kepada jembatan-jembatan dalam kabupaten/kota, atau penghubung antar kabupaten yang sebelumnya mungkin belum terjangkau," urainya.
Lebih lanjut, Abdul Muhari memastikan saat ini sudah masuk beberapa komponen-komponen untuk membangun jembatan Bailey dan jembatan aramco.
"Ini (ada) di Sumatera Barat, ada di Solok, Agam, kemudian Padang Pariaman. Ini adalah jembatan Bailey tahap 2, yang saat ini sudah mulai digeser personel dan perangkatnya akan dipasang," sambungnya memaparkan.
"Kemudian juga di Agam, Pasaman, kemudian untuk aramco ini sudah berproses di beberapa titik. Ini juga salah satu alternatif selain jembatan Bailey untuk menghubungkan titik-titik jembatan yang putus dengan waktu relatif juga cukup cepat," tambah Abdul Muhari.
Selain itu, dia juga menyebutkan proses pembangunan jembatan Aramco di beberapa titik seperti Pasaman Barat sudah 46 persen, di Agam 20 persen seperti jembatan penghubung Nagari Malalak dengan wilayah Nagari Malalak Timur.
"Kemudian di Maninjau itu 10 persen, penghubung Jorong Sungai Rangeh dan Panji itu 10 persen, dan jembatan Kampung Jambu ini 6 persen. Hal yang sama nantinya juga akan kita lakukan di Sumatera Utara dan Aceh, setelah penghubung Jalan-Jalan Nasional selesai kita kerjakan," urainya.
Oleh karena itu, Abdul Muhari memastikan pemerintah di awal tahun ini fokus memperbaiki dan memulihkan akses-akses penghubung yang berada di dalam kabupaten/kota, lintas kecamatan hingga lintas desa.
"Kita harapkan ini juga bisa berlangsung cepat. Tadi kita lihat beberapa progres yang sudah di atas 30 persen," tutupnya.
BERITA TERKAIT: