Dalam jangka waktu 2014-2017, UKM tumbuh sebanyak 5.898 unit, naik menjadi 31 ribu dalam tiga tahun. Sektor usaha kecil mengalami kenaikan hampir 1 juta unit.
"Jokowi-JK menciptakan iklim bisnis yang kondusif melalui paket kebijakan ekonomi serta kemudahan dalam perizinan usaha. Sehingga banyak investasi masuk ke Indonesia," kata Airlangga seperti dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu (13/4).
Airlangga menyebutkan, ketersediaan bahan baku, pembangunan infrastruktur, kelancaran logistik, dan penurunan harga gas industri mendorong banyak investasi di sektor industri.
Pertumbuhan industri memberikan multiplier effect bagi perekonomian, seperti perluasan lapangan kerja, peningkatan kualitas hasil produksi dan ekspor.
Nilai ekspor produk industri semester-1 2018 berhasil menyumbang kontribusi sebesar 71,59 persen dari total ekspor nasional yang mencapai 88,02 miliar dolar AS.
Menurutnya, Jokowi-JK membuktikan komitmennya dalam meningkatkan perekonomian. Hal ini ditunjukkan dari nilai tambah industri, indeks daya saing global, peringkat Manufacturing Value Added (MVA) serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.
Bahkan, lanjut Airlangga yang juga ketua umum Partai Golkar, pemerintah telah menyiapkan program Link and Match melalui pendidikan vokasi agar siap bersaing dengan negara lain di Era Industri 4.0
BERITA TERKAIT: