Optimisme tersebut mendorong penguatan indeks-indeks utama di Wall Street, meski pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait detail perjanjian yang sedang disusun.
Pada penutupan Senin, 15 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 468,77 poin atau 0,92 persen dan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara indeks S&P 500 naik 1,65 persen, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 3,07 persen.
Sentimen positif pasar dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut AS dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan gencatan senjata akan diperpanjang selama 60 hari dan menjadi dasar untuk perundingan lanjutan, termasuk terkait program nuklir Iran.
Dari sisi sektoral di Wall Street, saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar dengan kenaikan 3,39 persen. Saham sektor layanan komunikasi naik 2,42 persen, sementara saham konsumen non-primer bertambah 1,91 persen.
Sebaliknya, saham sektor energi justru tertekan dan turun 3,58 persen. Penurunan ini dipicu anjloknya harga minyak setelah muncul kabar potensi perdamaian AS-Iran dan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.
BERITA TERKAIT: