Ketua Presidium Jari 98, Willy Prakarsa berharap melalui acara tersebut, publik tanah air khususnya masyarakat Tangsel bisa berperan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pemilu serentak pada 17 April 2019.
Willy pun menyindir dua pentolan BPN Neno Warisman yang doanya viral di media sosial dan ancaman Amien Rais yang akan people power jika jagoannya kalah. Hal itu dinilai berpotensi memecah belah masyarakat.
"Mari menjaga kesejukan, jaga persatuan bangsa. Melalui acara ini kita berdoa yang menyejukkan agar suasana menjadi kondusif, aman dan nyaman. Juga bangsa ini tidak terpecah belah bukan sebaliknya," ungkap Willy.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mengisi pesta demokrasi ini dengan suka cita bukan penuh amarah. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat masyarakat terpecah. Kontestasi politik ini merupakan mekanisme lima tahunan, sementara persatuan yang di miliki ini harus tetap langgeng selamanya.
"Sekali lagi satukan hati mari jaga persatuan dan kesatuan. InsyaAllah dengan doa yang menyejukkan ini kita bisa menang," terang Willy.
Selain itu, Willy juga mengapresiasi pemerintahan Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih. Jokowi sebagai sosok yang bersih terutama tidak melibatkan posisinya untuk kepentingan keluarga.
"Dalam penegakan hukum tidak pandang bulu. Dan soal nepotisme saya kira tidak ada. Anak beliau bisnisnya katering, martabak juga jualan pisang goreng," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: