Kedatangan Rismon yang ditemani kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, untuk menindaklanjuti permohonan restorative justice terkait perkara tudingan ijazah yang sedang bergulir di Polda Metro Jaya.
Pertemuan Rismon-Jokowi digelar tertutup dan berlangsung singkat.
Dalam pertemuan itu, Rismon meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas tudingan ijazah palsu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tuduhan Rismon disampaikan melalui buku
Jokowi's White Paper.
Rismon mengaku ada kekeliruan dalam penelitian sebelumnya. Ia menegaskan akan mengkaji ulang hasil penelitian sebelumnya.
"Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku
Jokowi's White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga," kata Rismon dikutip dari
RMOLJateng.
Rismon menambahkan bahwa temuan baru menunjukkan adanya watermark dan embos pada ijazah tersebut. Hal itu sebelumnya tidak ia temukan. Ia mengaku menyesal atas dampak dari pernyataannya selama ini.
"Melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri. Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait dengan temuan-temuan saya yang baru saya umumkan tadi," kata Rismon.
Usai bertemu Rismon, Jokowi hanya tersenyum dan tidak memberikan pernyataan resmi.
BERITA TERKAIT: