Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyoroti pernyataan Jokowi yang disebut siap mati-matian membela Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menang pada Pemilu 2029.
“Kembali menjadi politisi yang terkesan haus kekuasaan,” kata Pangi kepada RMOL, Kamis, 5 Maret 2026.
Dosen Ilmu Politik Universitas Bung Karno (UBK) ini menilai, sebagai mantan presiden, Jokowi seharusnya mulai mengambil posisi sebagai negarawan yang berada di atas kepentingan politik praktis.
“Pak Jokowi belum pensiun dari ngomong soal relawan dan bicara kelanggengan kekuasaan anaknya. Sangat disayangkan, seharusnya level beliau sudah saatnya menjadi negarawan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk bekerja mati-matian membesarkan PSI. Ia menegaskan siap turun langsung ke lapangan bila dibutuhkan, karena masih mampu berkeliling ke seluruh daerah di Indonesia.
“Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, kabupaten, kota, bahkan kecamatan. Kita punya 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan kira-kira 7.000 kecamatan. Saya masih sanggup,” ujar Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
BERITA TERKAIT: