Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPD, Ahmad Muqowam saat diskusi publik di Ruang Pressrom, DPR, Jakarta, Senin (11/3).
"Sampai hari ini kalau mau bicara jujur, yang namanya komunikasi, saya enggak pernah lakukan. Menurut saya Komunikasi itu adalah "teko', muni' dan kasih" maka kalau enggak ngasih maka enggak akan dipilih, jadi psikologi politik kita saya rasa begitu," kata Muqowam.
Dalam bahasa Jawa, teko' berarti datang, muni' berarti bunyi atau berbicara, kasih' berarti memberi (uang). Menurut Muqowam cara itu yang paling relevan saat ini.
"Pengalaman yang ada di lapangan sekarang ini, saya buka rumusan UUD, Pancasila, agama, tata susila, adat tidak ada lagi etika politik itu," terangnya.
Menurut mantan politisi PPP ini, kondisi money politic sudah sangat mengakar di tengah masyarakat. Dia pesimis hal itu mampu diberantas saat ini.
"Padalah yang namanya etika politik itu baik caleg, partai, capres, wartawan dan masyarakat serta semuanya harus beretika maka kalau semua beretika maka dunia ini damai," pungkas Muqowam.
BERITA TERKAIT: