Debat ini diharapkan tidak semata menggaet pemilih, tapi lebih dari itu sebagai ajang pencerahan kepada masyarakat.
Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam mengatakan, debat yang mencerahkan untuk masyarakat sangat dipengaruhi oleh akurasi data dan manajemen ego dari capres.
"Harusnya debat kali ini bisa menyajikan data akurat, bukan didominasi retorika, ego juga perlu dimenej, saling serang harus tapi jangan membabi buta. Dengan begitu debat akan jadi tontonan mencerdaskan," jelas dia di Jakarta, Jumat (15/2).
Lanjut Enal, begitu ia disapa, debat yang memprioritaskan pencerahan memungkinkan masyarakat mampu memutuskan secara cerdas pilihannya. Terutama bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan dan jumlahnya cukup besar.
"Jadi manfaat mendidik pemilih terlihat," tegasnya.
Menurut dia, kedua capres perlu berpikir jauh ke depan dengan mengutamakan pembangunan demokrasi keindonesiaan yang sehat melalui panggung debat.
"Bila berpikir pendek maka orientasinya pasti terbatas di 17 April, sehingga semua cara akan ditempuh menyerang lawan walaupun terkesan tidak mendidik, namun bila berpikir jangka panjang maka pasti akan memahami bahwa debat merupakan episode penting dalam Pemilu maka hidupkanlah debat dengan diksi mencerahkan," tutupnya.
[wid]