Dimana pada periode pertama saja, pemeritahan di bawah kepemimpinan Jokowi dinilai telah membuat masyarakat terbelah, hukum tidak tegak lurus, dan ekonomi stagnan cenderung turun.
Namun, Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan, isu skenario menggantikan Maruf dengan Ahok bukanlah hal yang tidak mungkin. Sebab Ahok diduga masih merupakan sosok yang istimewa di mata pemilik modal alias "bohir".
"Saya rasa bisa saja (Ahok jadi Wapres). Kan dari awal demikian desainnya, itu kalau Ahok menang jadi Gubernur DKI. Tapi skenario kurang mulus, Ahok terganjal pidana penistaan agama. Dan sudah keluar dari penjara kan. Artinya status Ahok bebas kan, Ahok tetap istimewa, utamanya di mata bohir," ujar Andrianto saat berbincang dengan redaksi, Rabu (13/2).
Ditanya tentang akan ada pergolakan politik jika Ahok benar-benar menggantikan Maruf, Andrianto enggan menanggapi lebih jauh.
Namun yang pasti, menurut aktivis mahasiswa 1998 ini, kalau misalkan nantinya Ahok benar-benar menggantikan Maruf, maka hal itu tak akan mampu memperbaiki keadaan bangsa. Mengingat pada periode pertama, pemerintahan Jokowi seakan telah membuat kertebelahan di masyarakat sampai level lampu merah.
"Justru (posisi Wapres) bahaya siapapun, baik Maruf apalagi Ahok. Bahayanya karena suhu politik memanas, dan ekonomi makin jeblok di tangan Jokowi," pungkas Andrianto.
[rus]
BERITA TERKAIT: