Peneliti Setara Institute, Ikhsan menyebut dalam pelantikan Andika yang tidak lain menantu AM Hendropriyono terkesan dipaksakan.
"Ada proses percepatan yang begitu cepat dalam pergantian dan pelantikan Andika Perkasa sebagai KSAD," ujar Ikhsan di Kantor Kontras, Senen, Jakarta, Jumat (23/11).
Menurutnya, masih ada senior Andika yang notabene merupakan TNI angkatan 1987 yang lebih memungkinkan untuk menjabat KSAD dan seusai tahapan generasi.
"Masih banyak perwira tinggi TNI AD yang berasal dari angkatan 1984, 1985 dan 1986 yang juga memiliki kompetensi, sayangnya presiden tidak memilih mereka," jelasnya.
Selain itu, lanjut Ikhsan, terpilihnya Andika mempertaruhkan nama baik TNI dalam dunia politik utamanya di Pilpres 2019 dimana mertuanya merupakan loyalis pendukung Joko Widodo.
"Persoalan netralitas TNI menjadi dipertaruhkan dalam konteks menghadapi Pemilu 2019," tukasnya.
[lov]
BERITA TERKAIT: