Penunjukan Andika Perkasa Pertaruhkan Netralitas TNI Di Pilpres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 23 November 2018, 16:43 WIB
Penunjukan Andika Perkasa Pertaruhkan Netralitas TNI Di Pilpres
Foto/RMOL
rmol news logo Pelantikan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) telah merusak pola regenerasi di TNI khususnya di matra Angkatan Darat.

Peneliti Setara Institute, Ikhsan menyebut dalam pelantikan Andika yang tidak lain menantu AM Hendropriyono terkesan dipaksakan.

"Ada proses percepatan yang begitu cepat dalam pergantian dan pelantikan Andika Perkasa sebagai KSAD," ujar Ikhsan di Kantor Kontras, Senen, Jakarta, Jumat (23/11).

Menurutnya, masih ada senior Andika yang notabene merupakan TNI angkatan 1987 yang lebih memungkinkan untuk menjabat KSAD dan seusai tahapan generasi.

"Masih banyak perwira tinggi TNI AD yang berasal dari angkatan 1984, 1985 dan 1986 yang juga memiliki kompetensi, sayangnya presiden tidak memilih mereka," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ikhsan, terpilihnya Andika mempertaruhkan nama baik TNI dalam dunia politik utamanya di Pilpres 2019 dimana mertuanya merupakan loyalis pendukung Joko Widodo.

"Persoalan netralitas TNI menjadi dipertaruhkan dalam konteks menghadapi Pemilu 2019," tukasnya. [lov]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA