Kopdes Tak Ada Bedanya dengan Indomaret Jika Jual Produk Pabrikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 11 Juni 2026, 16:07 WIB
Kopdes Tak Ada Bedanya dengan Indomaret Jika Jual Produk Pabrikan
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). (Foto: Kemenkop)
rmol news logo Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes didorong menjadi wadah utama pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, keberadaan koperasi yang digagas pemerintah harus benar-benar berpihak kepada pelaku usaha rakyat dan tidak hanya menjadi tempat penjualan produk-produk pabrikan.

Ia menekankan target Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan 10 juta pelaku UMKM membutuhkan terobosan yang mampu membuka akses pasar secara luas. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mengintegrasikan pelaku UMKM ke dalam ekosistem Koperasi Desa Merah Putih.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu mengingatkan agar KDMP tidak berkembang menjadi sekadar jaringan toko ritel yang menjual produk-produk pabrikan. Model seperti itu tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan usaha mikro dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau buat koperasi semacam Indomaret atau Alfamart, apa bedanya? Cuma pindah nama doang. Yang dijual semua pabrikan. Kan itu punya orang-orang kaya,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Yoyok menilai KDMP seharusnya difokuskan untuk menjual kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau, sementara ruang usaha lainnya diprioritaskan bagi produk-produk UMKM lokal. 

Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi barang, tetapi juga menjadi pasar yang mampu menyerap hasil produksi pelaku usaha kecil.

“KDMP itu jual saja kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung. Lainnya, masukkan UMKM. Nah ini baru cerdas, ini baru benar,” tegasnya.

Keberpihakan terhadap produk UMKM menjadi kunci untuk mencapai target peningkatan kesejahteraan jutaan pelaku usaha yang menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi kerakyatan. 

Karena itu, Yoyok meminta pemerintah memastikan koperasi desa benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan sekadar menambah saluran distribusi bagi produk-produk besar.

“Yang dibutuhkan UMKM itu akhirnya satu, produknya laku terjual dan menghasilkan keuntungan. Karena itu akses pasar harus menjadi prioritas,” pungkas Yoyok. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA