Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto bahkan menyebut kerusuhan bisa terjadi jika Jokowi tidak mengindahkan temuan dari Gubernur Bali Wayan Koster tersebut.
Lebih lanjut, Andrianto menyebut bahwa praktik curang yang dilakukan pengusaha Tiongkok merupakan bukti Indonesia terkena imbas dari perang dagang antara negara negara komunis itu dengan Amerika Serikat.
Kedua negara tersebut, sambungnya, tengah berlomba menjadikan Indonesia sebagai ladang berdagang. Sebab, Indonesia berisi ratusan jiwa penduduk yang masih konsumtif.
“Jadi kita cuma jadi alat, objek mereka," tegasnya saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/11).
Untuk itu, Jokowi harus tegas. Kalau itu terus berlanjut, maka diingatkannya bisa saja akan timbul kerusuhan.
"Bukan saja ricuh. Dapat memicu gelombang anarkis. Wong sekarang lagi susah kok bisa bisanya asing masuk," pungkasnya.
Sebanyak 16 toko berjaringan asal Tiongkok telah ditutup Wayan Koster karena melakukan praktik tidak sehat dan tidak berizin.
Bahkan, Wayan menilai kehadiran mereka telah merusak keseimbangan pasar di Bali karena menjual barang dan jasa dengan harga yang terlalu murah.
Selain itu, ada juga praktik pembayaran melalui aplikasi WeChat atau tanpa uang rupiah. Dengan kata lain, transaksi mereka tidak masuk dalam devisa negara.
[ian]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: