Lawatan tersebut menjadi kunjungan pertama Xi ke Korea Utara dalam hampir tujuh tahun terakhir dan menandai perjalanan luar negeri pertamanya sepanjang tahun ini.
Xi dan Kim dijadwalkan bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral serta berbagai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menegaskan bahwa Beijing ingin menjadikan kunjungan tersebut sebagai titik awal penguatan hubungan dengan Pyongyang di tengah perubahan dinamika geopolitik kawasan.
"Kedua belah pihak akan menggunakan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Korea Utara yang lebih besar sesuai dengan perkembangan zaman," kata Mao Ning dalam konferensi pers, Jumat, 5 Juni.
Kunjungan Xi juga dipandang sebagai langkah Tiongkok untuk kembali menegaskan pengaruhnya terhadap Korea Utara setelah beberapa tahun terakhir Kim Jong Un semakin mempererat hubungan dengan Rusia.
Sejak pandemi Covid-19, interaksi antara Beijing dan Pyongyang sempat melambat, sementara kerja sama Korea Utara dengan Moskow berkembang pesat, termasuk dalam dukungan terhadap perang Rusia di Ukraina.
Pengumuman lawatan Xi disampaikan tak lama setelah pemimpin Tiongkok itu menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing bulan lalu.
Di saat yang sama, hubungan transportasi antara Tiongkok dan Korea Utara juga mulai pulih dengan kembali beroperasinya layanan kereta penumpang serta penerbangan langsung yang sempat terhenti selama pandemi.
BERITA TERKAIT: