Taiwan Buka Situs Web untuk Tampung Informasi Intelijen dari Warga China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 14 Juni 2026, 18:17 WIB
Taiwan Buka Situs Web untuk Tampung Informasi Intelijen dari Warga China
Tampilan web pelaporan informasi intelijen Taiwan (Foto: Biro Keamanan Nasional Taiwan)
rmol news logo Pemerintah Taiwan meluncurkan sebuah situs web khusus yang ditujukan bagi warga negara China yang ingin memberikan informasi intelijen kepada otoritas di Taipei. 

Langkah ini diumumkan pada Minggu, 14 Juni 2026, di tengah meningkatnya rivalitas politik dan keamanan antara kedua pihak yang telah lama saling memata-matai.

Biro Keamanan Nasional Taiwan menyatakan bahwa kanal baru tersebut dibuka sebagai sarana komunikasi yang aman bagi warga China yang merasa tidak puas dengan kondisi di negaranya dan ingin menyampaikan informasi kepada pihak Taiwan. 

Menurut lembaga itu, situasi ekonomi China yang menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir turut memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Ditambah dengan semakin banyaknya masalah sosial dan masalah terkait mata pencaharian, kondisi ini telah memicu ketidakpuasan publik,” kata Biro Keamanan Nasional Taiwan dalam pernyataan berbahasa Mandarin dan Inggris.

Lembaga tersebut mengklaim bahwa semakin banyak warga China yang secara sukarela mendekati otoritas Taiwan untuk memberikan berbagai jenis informasi. 

“Akibatnya, semakin banyak individu yang menghubungi lembaga-lembaga terkait di Taiwan, dengan tujuan memberikan berbagai jenis informasi,” lanjut pernyataan itu.

Sebagai bagian dari kampanye peluncuran, situs tersebut menampilkan video promosi berdurasi satu menit yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Video itu menggambarkan seorang pegawai negeri China yang menyaksikan rekan-rekannya satu per satu diperiksa dan disingkirkan dari jabatan mereka. Pada bagian akhir video, tokoh tersebut membeli telepon genggam baru dan mengatakan, “Sekaranglah waktunya untuk berubah.”

Biro Keamanan Nasional Taiwan juga menyerukan partisipasi warga China, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk memanfaatkan saluran tersebut. 

“Berikan informasi secara aktif dan lakukan perubahan dengan berani,” demikian ajakan yang disampaikan melalui situs itu. 

Otoritas Taiwan menegaskan bahwa kanal tersebut dibuka untuk membantu memperluas beragam sumber intelijen biro tersebut.

Peluncuran situs ini menandai babak baru dalam persaingan intelijen antara Beijing dan Taipei. 

Sebelumnya, pada 2024, China juga membuka saluran pelaporan bagi masyarakat untuk memberikan informasi terkait dugaan tindakan yang dilakukan kelompok yang dianggap sebagai “separatis” Taiwan. 

Sementara itu, pemerintah Taiwan tetap menolak klaim kedaulatan Beijing atas pulau tersebut dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA