BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Rabu, 24 Juni 2026, 11:41 WIB
BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji. (TVR Parlemen)
rmol news logo Sebanyak 8,1 juta keluarga di Indonesia masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting berdasarkan hasil Pendataan Keluarga 2025. 

Dari jumlah tersebut, lebih dari satu juta keluarga berasal dari kelompok desil 1 atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa pendataan mencatat terdapat 41,4 juta keluarga dengan pasangan usia subur (PUS). Dari total tersebut, sebanyak 8,1 juta keluarga teridentifikasi berisiko mengalami stunting.

"Dari 41,4 juta keluarga dengan pasangan usia subur, teridentifikasi 8,1 juta keluarga berisiko stunting. Dari jumlah tersebut, 1.052.947 merupakan keluarga berisiko stunting yang masuk kategori desil 1," kata Wihaji dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Wihaji mengatakan, data hasil Pendataan Keluarga 2025 menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan sasaran intervensi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Ia menambahkan, program penanganan stunting tidak hanya menyasar keluarga yang berada pada kelompok desil 1, tetapi juga keluarga pada desil 2 dan desil 3 yang tergolong kelompok rentan.

"Berdasarkan target yang telah ditetapkan, intervensi sudah menjangkau sekitar 1,6 juta sasaran," ujarnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA