"Tindakan anggota Banser Garut tersebut didasari rasa cinta tanah air. Tidak ada landasan kebencian personal maupun kelompok, apalagi dimaksudkan untuk melecehkan atau menodai agama," kata Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/10).
Hadir dalam jumpa pers tersebut, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra dan pengurus inti lain.
Baca:
PBNU: Ada Upaya Sistematis Untuk Memprovokasi Apel Hari Santri
"Semangat untuk mencintai tanah air adalah landasan utama untuk mencegah gerakan- gerakan yang ingin mengganti konstitusi dan bentuk negara," ujar Helmy.
Baca juga:
PBNU Sayangkan Aparat Keamanan KecolonganJumpa pers PBNU tersebut untuk mencermati peristiwa pembakaran bendera HTI oleh anggota Banser di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 22 Oktober 2018.
Namun, sebagian kalangan menilai, pembakaran itu dilakukan terhadap bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, kalimat yang disucikan. Sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
[rus]
BERITA TERKAIT: