Hal ini seiring pemanggilan mantan direksi PT PLN itu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Senin (3/9).
“Sangat jelas peran Nicke Widyawati saat menjabat sebagai direksi PLN punya peran penting untuk menunjukkan pemenang tender,†ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya.
Arief yang juga ketua Serikat Pekerja BUMN Bersatu merasa yakin kasus suap dalam proyek pengadaan di BUMN selalu melibatkan jajaran direksi.
Dia bahkan merasa heran saat KPK tiba-tiba menggeledah rumah dan kantor Dirut PLN Sofyan Basir saat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dan pengusaha Johannes B Kotjo tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
“Sebab keputusan pengaturan tender di BUMN seperti PLN biasanya dimulai dari direktur yang mengurus pengadaan proyek tersebut. Misalnya, Nicke Widyawati yang saat itu menjabat salah satu direksi PLN yang punya hubungan kuat dengan proyek tersebut,†jelasnya.
Arief menduga ada proses pembicaraan tender antara Nicke dengan Sekjen Golkar Idrus Marham yang kini menyandang status tersangka bersama dengan Eni dan Joehannes.
“Karena memang Nicke Widyawati selama ini terkenal track record-nya sebagai direksi PLN yang punya jaringan kuat di parpol yang berkuasa. Sehingga karirnya moncer hingga bisa menduduki jabatan orang nomor satu di Pertamina, walau kemampuannya tidak mumpuni,†kata Arief.
Dia mendesak agar KPK serius dalam memeriksa keterlibatan Nicke di kasus ini.
“Jika sudah ada dua alat bukti yang kuat segera aja tetapkan jadi tersangka dan jangan takut pada tekanan politik,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: