Gurubesar Ilmu Komunikasi UI Ibnu Hamad menjelaskan bahwa saat ini banyak informasi bersliweran di media sosial. Sehingga dibutuhkan tempat bagi pemerintah dalam meluruskan segala informasi yang berkembang tersebut.
“Dengan adanya FMB9 itu amat baik dalam arena saling memberi informasi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (6/8).
Menurutnya, dengan adanya penyampaian informasi yang akurat dan valid, seperti penyelenggaraan FMB, nantinya masyarakat akan memilah sendiri kebenaran yang akan diikuti.
"Kadang-kadang pemerintah sudah memberikan pernyataan pun ada tandinganya. Apalagi pemerintah tidak punya pernyataan atau tak punya pemberitaan," ucap Hamad.
Kehadiran FMB9 secara rutin dengan menghadirkan kalangan penyelenggara pemerintahan, akademisi, praktisi maupun ahli dapat menjadi upaya memberangus masifnya informasi tak benar (hoax) di publik.
Hamad menganggap, FMB9 menjadi bentuk kekinian dalam menyampaikan informasi di publik yang nantinya bisa tetap diteruskan polanya sehingga juga menjadi alat perlawanan kabar hoax.
"Yang penting sekarang hadir dulu informasinya. Nanti pada waktunya, mungkin, ketika ada informasi (hoax), sifatnya menandingi, dalam ketiadaan isu FMB9 menjadi trendsetter, kan gitu," ujar Hamad.
FMB9 telah dilaksanakan secara rutin setiap pekan sejak tahun 2017 hingga saat ini. Kemenkominfo yang menjadi fasilitator penyelenggara mengundang pihak pemerintah dan ahli dalam diskusi tersebut.
Berbagai isu aktual telah dibahas dalam FMB9 mulai dari ekonomi, sosial, pembangunan, politik, hukum, budaya dan lainnya dari pembicara sesuai kompetensinya guna akurasi informasi.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widyastuti mengatakan FMB9 merupakan forum untuk meluruskan informasi hoax yang sering mencuat di kehidupan sosial masyarakat.
[ian]
BERITA TERKAIT: