Dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh agama dunia itu, Din terlibat dialog terbuka dengan Suu Kyi.
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) itu turut menyampaikan perkembangan di Myanmar di mata dunia.
Secara khusus dia menyoroti bahwa kasus etnis Rohingya di Provinsi Rakhine telah menimbulkan keprihatinan di kawasan Asia Tenggara dan bahkan dunia. Maka perlu diatasi secara tepat.
“Tiada lain jalan lain untuk itu, kecuali mengembangkan koeksistensi damai dan dan pengakuan kewarganegaraan bersama bagi seluruh rakyat,†ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (27/5).
Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu secara tegas meminta kepada Aung San Suu Kyi untuk memberi pengakuan hak kewarganegaraan bagi etnis Rohingya yang kebetulan beragama Islam.
Mendengar permintaan itu, Aung San Suu Kyi menjelaskan bahwa Myanmar akan mengamalkan demokrasi. Oleh karena itu, Myanmar sangat menghargai hak-hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi.
“Masalah di Provinsi Rakhine dan wilayah-wilayah lain di Myanmar akan dapat diselesaikan dengan semangat perdamaian dan rekonsiliasi,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: