Menurut Xinhua, ke-11 anggota sindikat tersebut dieksekusi oleh Pengadilan Rakyat Menengah Wenzhou di Provinsi Zhejiang.
"Pada hari Kamis, China mengeksekusi 11 anggota geng yang beroperasi di Myanmar utara, termasuk tokoh-tokoh kunci dalam jaringan penipuan telekomunikasi," ungkap laporan tersebut.
Metode eksekusi tidak disebutkan, meskipun hukuman mati di Tiongkok biasanya dijalankan dengan regu tembak atau suntikan mematikan.
Sindikat Keluarga Ming merupakan salah satu dari sejumlah organisasi kriminal yang memanfaatkan konflik sipil di Myanmar untuk menghasilkan miliaran dolar melalui pusat penipuan online, yang melibatkan perdagangan manusia, kerja paksa, dan penyiksaan.
Para pelaku dieksekusi setelah dijatuhi hukuman mati pada September lalu atas tuduhan pembunuhan dengan sengaja, penganiayaan, penahanan ilegal, penipuan, dan pengoperasian tempat perjudian ilegal.
Pengadilan menemukan bahwa mereka telah mengoperasikan beberapa pusat penipuan di Myanmar yang terlibat dalam penipuan telekomunikasi, perjudian ilegal, dan kejahatan lainnya.
Dua anggota sempat mengajukan banding pada September, tetapi putusan tersebut dikonfirmasi kembali pada November.
Mahkamah Agung Tiongkok menyatakan bahwa sindikat ini telah mendirikan fasilitas di wilayah Kokang, Myanmar bagian utara, di mana mereka merekrut pendana dan menyediakan perlindungan bersenjata untuk operasi mereka, menghasilkan lebih dari 1,4 miliar dolar dari kegiatan ilegal, menurut media pemerintah.
“Kelompok ini juga bekerja sama dengan organisasi lain yang menjalankan pusat penipuan untuk dengan sengaja membunuh, melukai, atau menahan pekerja secara ilegal, yang mengakibatkan kematian 14 warga Tiongkok,” ungkap Mahkamah Agung Tiongkok.
Kantor HAM PBB meyakini Tiongkok telah melakukan lebih banyak eksekusi dibanding negara lain, meskipun penggunaan hukuman mati masih diselimuti rahasia, sehingga sulit memperoleh angka yang akurat.
Sementara Amnesty International memperkirakan Tiongkok mengeksekusi ribuan orang setiap tahunnya.
BERITA TERKAIT: