Begitu kata Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli yang mengecam keras aksi adu mulut di acara Car Free Day (CFD) di Bunderan HI, Minggu (29/4).
Guntur menilai aksi pelecehan dan intimidasi di CFD itu tidak saja merusak kehidupan demokrasi di Indonesia, tapi juga sudah masuk ranah pelecehan perempuan dan anak.
"Dalam video yang viral di media sosial, seorang ibu dan anaknya dilecehkan, dikerubungi, dikibas-kibasin duit, anaknya terlihat menangis ketakutan. Ini pelecehan terhadap perempuan dan bentuk intimidasi," kata Guntur Romli dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (30/4).
Kepada pihak kepolisian, Guntur meminta jaminan agar intimidasi semacam ini tidak terjadi lagi, apalagi dalam ruang publik seperti CFD. Menurutnya, jika sampai terulang kembali, maka akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia.
"Kepolisian harus menjamin kasus serupa tidak terjadi lagi. Jangan sampai warga negara Indonesia bisa diintimidasi oleh kerumunan orang hanya karena menyampaikan aspirasinya. Apalagi intimidasi demikian disampaikan depan anak kecil, bagaimana psikologi anak tersebut?" kata Guntur.
Lebih lanjut, Guntur meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi untuk melakukan pembalasan dengan cara-cara yang intimidatif.
"Saya harap semua pihak mampu menahan diri dan tidak terpancing untuk balas dendam. Kekerasan hanya dilakukan oleh mereka yang tidak siap hidup dalam alam demokrasi. Persoalan seperti ini baiknya diselesaikan secara hukum," demikian Guntur.
[ian]
BERITA TERKAIT: