Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menjelaskan pernyataan Prabowo dalam berbagai kesempatan bukan bermaksud untuk menakut-nakuti.
Menurut Fadli, pernyataan Prabowo itu berdasarkan kenyataan, basis data dan fakta. Beberpa pernyataan Prabowo sejatinya adalah kritik yang baik kepada Presiden Joko Widodo. Sehingga, tidak tepat kalau kemudian disamakan dengan Trump.
"Strategi Trump itu menyangkut sara, imigrasi, bahkan menghina dan saya rasa di sini tidak ada (dilakukan Prabowo)," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).
Fadli menilai respon luar biasa yang diberikan masyarakat menandakan pernyatan Prabowo adalah peringatan tentang kondisi bangsa sebenarnya.
Menurut Fadli semua yang dikatakan Prabowo adalah kritik terhadap pemerintah mengenai ekonomi, ketimpangan, kemiskinan, penguasaan aset, gini rasio dan sebagainya.
"Kalau mendapat resonansi dari masyarakat, saya rasa itu karena mewakili kenyataan yang ada," ujarnya.
Sebelumnya M. Qodari menilai Prabowo sedang menjalankan strategi perang seperti Pilpres di Amerika Serikat. Prabowo juga tengah menyampaikan rasa rasa takut Indonesia terhadap ancaman dari negara asing.
Dua hal yang dibagikan oleh keduanya khususnya Prabowo, adalah pesimisme dan ketakutan, sehingga apabila dikembangkan dan memengaruhi mayoritas masyarakat Indonesia, maka kecenderungannya akan memilih Prabowo bukan memilih Jokowi.
"Jadi pak Prabowo mengatakan kan Indonesia sekarang ini dan ke depan tidak akan baik kalau tidak saya yang jadi pemimpin. Itu pesannya," ujar M. Qodari di Hotel Harris Suites FX, Sudirman, Jakarta, Selasa, (3/4).
[nes]
BERITA TERKAIT: