Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Zainur Wula menyebut bahwa ideologi Pancasila merupakan kunci dalam mengatasi timbulnya konflik sosial pada masyarakat yang beragam akibat penyebaran hoax yang kian marak. Untuk itu, kata dia, Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Pasca reformasi, ideologi Pancasila perlahan tergerus di dalam kehidupan sosial masyarakat kita sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. Dampaknya, adalah hoax yang terjadi di mana-mana dan saling menghujat. Tidak ikhlas dengan perbedaan dan keunggulan orang lain," ujarnya saat memberikan materi di Kupang, dalam kegiatan seminar keragaman yang dilaksanakan OKP Cipayung Kupang, Jumat (23/3) lalu.
Orang Indonesia, kata Zainur, pernah menjadi orang yang paling ramah dan murah senyum di seantero planet bumi ini. Hal tersebut lantaran nilai-nilai Pancasila terimplementasikan pada kehidupan sosial di dalam berbangsa dan bernegara.
Agar keramahan itu tetap terus terjaga, maka negara harus memiliki kekuatan penggalangan penanaman Pancasila secara sistimatis.
Dia mencontohkan keberadaan Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) di zaman Orde Baru yang berhasil membuat rakyat menanamkan nilai luhur Pancasila. Sehingga berhasil membuat warga bangsa ini ramah dan murah senyum.
"Sekarang seharusnya ada lembaga seperti itu lagi oleh pemerintah. Nama lembaganya berbeda boleh, intinya fungsinya tetap seperti BP7. Kita omong politik. Kita omong toleransi. Tapi kalau nilai ideologi Pancasila kita nol, itu sama saja," pungkasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (24/3).
[ian]
BERITA TERKAIT: