Politikus Golkar: Politik Identitas Masih Ada, Harus Dekat Dengan Ulama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Jumat, 09 Maret 2018, 21:08 WIB
rmol news logo Kelompok politik manapun di Indonesia harus mendekat ke kalangan pemuka agama jika ingin tetap diperhitungkan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Penggalangan Keagamaan dan Ormas Agama DPP Partai Golkar, Andi Budi Sulistijanto, di sela acara bedah buku yang ditulisnya yang berjudul "Komunikasi Politik Jokowi" di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/3).

"Di Indonesia ini politik identitas masih ada. Maka dari itu ada bidang penggalangan bidang keagamaan dalam struktur Golkar," jelasnya.

Pria yang biasa disapa Gus Andi itu menyatakan, kelompok keagamaan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat sejak zaman dulu.

Kekuatan pemuka agama harus bisa dirangkul agar tercipta keharmonisan. Caranya bukan dengan represi melainkan dengan silaturahmi.

"Prinsip yang dipegang oleh bidang saya ini adalah silaturahmi. Jadi dengan silaturahmi suasana bisa lebih cair dan bermuara pada ukhuwah," terang Ketua Lembaga Pembinaan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA