Kekurangan itu dibongkar oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, saat membedah buku tersebut di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (9/3).
Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk F Paulus, dan Ketua DPR RI yang juga kader Golkar, Bambang Soesatyo, hadir dalam acara itu. Tampak pula jajaran pengurus Golkar lainnya dan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta.
Awalnya Said Aqil memuji bahwa buku karya Andi Budi Sulistijanto yang merupakan hasil dari disertasi doktoral di Universitas Sahid Jakarta.
Namun, harus diakui juga ada sedikit kekurangan yaitu buku itu tidak menampilkan sisi buruk Jokowi.
"Ya, buku ini sedikit saja kurangnya menurut saya," ujar Said Aqil di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/3).
Meskipun ia terkesan dengan karya Andi Budi Sulistijanto, ia memberikan saran jika ada buku jilid selanjutnya maka harus ditampilkan seobjektif mungkin.
"Bukannya kita
negative thinking, tapi sebaiknya buku ilmiah terutama hasil dari disertasi bisa menyajikan karya yang objektif semaksimal mungkin," terang Said.
[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: