Karena itu, Jokowi dianggap perlu merangkul kalangan santri untuk menangkal stigma yang ada.
Demikian dikatakan Direktur Islam Nusantara Center (INC) A. Ginanjar Syaban dalam refleksi akhir tahun di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis (28/12).
Ginanjar menilai, Jokowi sudah memulai upaya untuk merangkul santri. Salah satunya seperti mengunjungi pondok pesantren yang hampir setiap bulan dilakukan.
"Dan hampir semua pesantren yang dikunjungi Jokowi adalah pesantren kunci," ujar.
Lanjut Ginanjar, bisa saja dalam memuluskan jalan merangkul santri dengan menggandeng tokoh politik yang paling populer di kalangan Nahdlatul Ulama, yaitu Ketua Umum Partai Kebangkitan bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Apalagi, politisi yang akrab disapa Cak Imin itu sudah ditasbihkan oleh kaum Nahdliyin untuk menjadi Panglima Santri Nusantara pada 5 November lalu.
"Terlebih dalam survei cawapres 2019 di laman Jaringansantri.com, nama Cak Imim dipilih 50 persen responden. Dia mengalahkan Romahurmuzy yang hanya 16 persen, dan Zulkifli Hasan 12 persen," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: