"Saya kira (pohon Natal) ini adalah kontekstualisasi dari negeri kita," ujar jurubicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging kepada wartawan usai Misa Natal di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/12).
Bona menyebut desain pohon Natal dari pohon cemara dan berhias salju sudah terlalu biasa. Selain itu, salju tidak pas dalam menggambarkan Natal di Indonesia.
"Negeri kita kan tropis, mungkin kalau di mall-mall pohon cemaranya dengan salju . Tetapi tentu saja kan Indonesia tidak punya salju," jelasnya.
Bona juga menyebutkan membangun spirit Natal haruslah tumbuh dari apa yang ada di negeri kita. Buah-buah tropis yang beragam di Indonesia menggambarkan bahwa kita beragam tetapi indah ketika disusun dengan keyakinan.
"Dalam semangat itu dan dalam hasil bumi Indonesia umat GKI Yasmin merayakan hari Natal," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: