Din Syamsuddin: Dialog Jalan Keluar Terbaik Selesaikan Masalah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 23 Desember 2017, 16:23 WIB
Din Syamsuddin: Dialog Jalan Keluar Terbaik Selesaikan Masalah
Din Syamsuddin/Net
rmol news logo Setitik noda konflik di Bali akan mudah tersebar luas ke seluruh dunia. Untuk itu, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin berpesan agar harmoni antar umat beragama di Pulau Dewata Bali tetap dipelihara.

Din dalam dialog bersama ratusan tokoh lintas agama se-Bali di Puri Den Bencingah, Klungkung, Bali, Jumat (22/12), menjelaskan bahwa Bali sebagai wisata utama dunia, terkenal dengan derajat kerukunan yang cukup tinggi.

Menurutnya, hal itu harus terus dipelihara. Terutama dalam menghadapi upaya segelintir orang yang berwawasan sempit dan eksklusif yang cenderung memecah belah masyarakat. Jika ada perbedaan yang terjadi, maka harus diselesaikan dengan jalan dialog.

"Dialog adalah jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada. Kita semua harus meyakini dan menerapkan jalan dialog. Namun dialog itu harus bersifat dialogis, yakni berlangsung atas asas ketulusan, keterbukaan, keterusterangan, untuk penyelesaian masalah," ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (23/12).

Dialog, sambungnya, bukan untuk menyamakan perbedaan, juga bukan untuk membeda-bedakan persamaan yang ada. Terpenting dalam proses dialog itu adalah meski berbeda agama tetapi tetap bersaudara.

"Baik sebagai anak bangsa maupun sebagai anak manusia ciptaan Tuhan," ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat itu.

Din melanjutkan, bangsa Indonesia perlu terus menerus mengacu kepada Pancasila yang merupakan kesepakatan para pendiri bangsa dari berbagai golongan dan agama.

"Umat beragama tidak perlu ragu-ragu terhadap Pancasila, karena nilai-nilai dalam Pancasila bersesuaian dengan agama. Karenanya, Pancasila adalah titik temu pandangan umat berbagai agama," tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini, Tuan Rumah Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua FKUB Bali sekaligus Ketua Umum Asosiasi FKUB se-Indonesia, Ketua Umum Parisade Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, para pimpinan majelis agama, seperti dari MUI, PGI, KWI, PHDI, Walubi, dan MATAKIN.

Perwakilan PWNU, PW Muhammadiyah, sejumlah perempuan, dan pemuda lintas agama Bali juga ikut meramaikan dialog ini. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA