Menteri Luhut Jangan Arogan Soal Reklamasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 18 Oktober 2017, 07:26 WIB
Menteri Luhut Jangan Arogan Soal Reklamasi
Reklamasi/Net
rmol news logo Arogansi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam memaksakan kehendak untuk melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta telah membuat iklim perpolitikan nasional memanas.

Begitu kata Wakil Sekretaris Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amirullah Hidayat dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (18/10).

"Kita sesalkan sikap Menko Kemaritiman yang terkesan menunjukan arogansi dengan memaksakan reklamasi harus berjalan. Seharusnya Menteri Luhut melakukan komunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam permasalahan reklamasi ini, bukan arogansi," ujar Amirullah.

Terlebih, dalam kasus reklamasi, banyak nelayan mengeluh. Nelayan mengaku reklamasi telah membuat kehidupan ekonominya semakin sulit.

Biaya pengeluaran untuk melaut semakin membesar, karena nelayan harus memutari pulau reklamasi terlebih dahulu untuk dapat ke tengah laut. Nelayan juga belum tentu dapat ikan karena reklamasi telah membuat ikan menjauh.

"Jangankan untuk biaya sekolah, untuk sekadar makan saja mereka sudah susah, karena penghasilan tangkapan sangat jauh berkurang," jelasnya.

Menurut Amir, pemerintah pusat harus memperhatikan nasih rakyat kecil tersebut. Jangan karena memikirkan nasib pengembang, pemerintah jadi abai dengan rakyat kecil.

"Apalagi Menteri Susi Pujiastuti pernah mengatakan bahwa reklamasi sangat merugikan nelayan dan merusak ekosistem laut. Oleh karena itu, kita dengan tegas menolak reklamasi," tutup Amirullah Hidayat. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA