Dalam FGD tersebut nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mencuat menjadi salah satu figur yang sangat layak dan ideal menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilihan Umum 2019.
Hadir sebagai narasumber Badaruddin dari Universitas Sumatara Utara (USU), Warjio dari Universitas Medan Area (UMA), Lelya Khairani, Sohibul Anshor Siregar dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Bahkrul Amal Khair, Tappil Rambe dari Universitas Negeri Medan (Unimed).
Tappil Rambe menjelaskan sebelum membuat kesimpulan, para narasumber terlebih dahulu membahas kepemimpinan alternatif bangsa dari berbagai sudut pandang keilmuan, dan pendekatan akademik yang realistik dan objektif.
Menurutnya, ada sejumlah alasan menjadikan Cak Imin sebagai salah satu figur yang sangat layak dan ideal menjadi Cawapres pada Pemilu mendatang. Pertama, terkait kekuatan yang dimiliki oleh Cak Imin.
Para narasumber menilai, latar belakang Cak Imin dari keluaraga besar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu kekuatan figur yang satu ini.
"Selain itu, Cak Imin matang dalam dunia gerakan atau aktivis," kata Tappil yang didampingi para narasumber lainnya, dalam keterangan baru saja diterima redaksi.
Kemudian, Cak Imin dinilai berpengalaman dalam aktivitas media, matang dalam pendidikan, matang dalam hal politik dengan segala kedudukan yang pernah ada, dan memamahi kerja-kerja eksekutif karena pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja di era Pemerintahan SBY.
Tappil menggarisbawahi, yang tidak kalah penting, Cak Imin memiliki basis massa yang rill dengan perolehan suara PKB pada Pemilu 2014 sebesar 11.298.957 atau 9,04 persen.
Apalagi, lanjutnya, Cak Imin memiliki jaringan sosio kultural. Perkembangan PKB dari pemilu ke pemilu terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam rangka menjadi PKB ada di mana-mana. Dan hasilnya adalah bahwa PKB telah mulai ada hampir di semua nusantara.
Poin penting yang dimiliki Cak Imin, lanjut Tappil, memiliki kecerdasan intelektual dan kematangan spritual. Memiliki usia muda dan pemikiran yang progressif.
"Yang tak dapat ditawar-tawar harus ada dalam figur seorang Cawapres, yakni memahami paham dan konsep religius-nasionalis yang sudah terbukti. Dan ini ada pada figur Cak Imin," demikian Tappil Rambe.
[rus]
BERITA TERKAIT: