Dalam acara yang digelar bersama dengan Himapol Indonesia itu membahas mengenai tema "Merekatkan Politik Kebangsaan" yang diisi oleh Staff Menteri Dalam Negeri Suhajar Diantoro, Deputi IV KSP Eko Sulistiyo, dan Waketum Perhimpuan Indonesia Tionghoa Budi S Tanuwibowo sebagai pemateri.
Ketua Himapol UIN Jakarta Fitra Aditya Irsyam menjelaskan bahwa simposium ini bertujuan agar mahasiswa ilmu politik menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.
"Termasuk, tanggap untuk terus menolak paham-paham radikal yang memecah belah," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (26/9).
Sementara itu, Ketua Himapol Indonesia Renaldy Akbar menjelaskan bahwa simposium ini merupakan salah satu manifesto untuk merespon penguatan wacana politik identitas belakangan ini.
"Kami merasa perlu untuk membumikan kembali wacana politik kebangsaan," pungkasnya.
Hadirin antusias mendengar pemaparan materi dari masing-masing narasumber. Semua juga sepakat untuk berkomitmen mempereratkan ikatan kebangsaan Indonesia, serta menjaga satu kesatuan Kebangsaan Republik Indonesia.
Sehingga konsensus kebangsaan tetap berjalan dengan baik, tetap berdasarkan Pancasila sebagai ideologi negara.
[ian]
BERITA TERKAIT: