Peneliti senior Indonesia Public Institute itu merasa pernyataan tersebut sah-sah saja dilontarkan dalam setiap kompetisi.
"Setiap tim dan kandidat yang lain juga memiliki keyakinan yang sama. Keyakinan Gerindra tersebut patut diapresiasi. Kepercayaan diri sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan," jelas dia kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/9).
Walau begitu, Karyono mewanti-wanti Gerindra, percaya diri yang berlebihan bisa berakibat fatal. Apalagi, kalau keyakinan tersebut hanya didasari penilaian bahwa pemerintahan Jokowi masih belum merealisasikan banyak janji.
"Menurut saya itu pernyataan subyektif yang datang dari calon penantang incumbent. Itu hal biasa. Tetapi yang perlu dipahami oleh Gerindra, bahwa pernyataan tersebut tidak seluruhnya diterima oleh seluruh masyarakat," jelasnya.
"Pasalnya, jika merujuk dari hasil survei sejumlah lembaga survei dalam rilisnya, justru pernyataan Ketua DPP Gerindra Moh Nizar Zahro, beberapa hari lalu bertolak belakang dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi masih di atas 60 persen dan saat ini mengalami tren kenaikan."
[sam]
BERITA TERKAIT: