Hanura Benarkan Ada Pihak Yang "Tunggangi" Rohingya Untuk Serang Pemerintah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 07 September 2017, 13:29 WIB
Hanura Benarkan Ada Pihak Yang "Tunggangi" Rohingya Untuk Serang Pemerintah
Ilustrasi/Net
rmol news logo Pernyataan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian yang mengatakan bahwa isu Rohingya sengaja 'Digoreng' untuk menyerang pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa saja ada benarnya.

"Mungkin aja ada yang mencoba mengeksploitasi isu Rohingya ini membuat tidak stabil di Indonesia mungkin saja ada," jelas Ketua DPP Partai Hanura, Nurdin Tampubolon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).

Buktinya, lanjut anak buah Oesman Sapta Odang ini, sekarang di temukan adanya aliran dana rekening dari sindikat penyebar hoax dan kebencian di media sosial, Sindikat Saracen Cyber Team.

"Nah ini (aliran dana dari Saracen) menjadi salah satu petunjuk emang ada hal-hal itu di politisasi," jelasnya.

Jika memang temuan itu benar adanya, maka menurut Nurdin, pemerintah, dalam hal ini pihak kepolisian harus bertindak tegas. "Karena Indonesia negara hukum, Indonesia perlu tertib dan stabilitas," tandasnya.

Lebih lanjut kata Nurdin, Presiden Jokowi sudah melakukan tugasnya dengan baik. Dimana pertama-tama pada awal tahun kemarin, saat pembantaian etnis Rohingya kembali terjadi di Myanmar, pemerintah sudah memberikan bantuan. Presiden Jokowi pun katanya sudah memberikan satu statement bahwa itu tidak dibenarkan dan mengutuk kekejaman di Rohingya.

"Jadi kalau memang ada oknum-oknum tertentu yang ada Saracen saat ini mengambil posisi ini untuk menggangu stabilitas di republik ini. Saya kira pemerintah harus tegas untuk melakukan tindakan hukum sesuai dengan aturan-aturan kita. Bisa saja itu terjadi buktinya Saracen itu kan banyak hoax yang artinya mendiskreditkan pemerintah yang membuat situasi gaduh."

"Menurut saya pemerintah sudah jeli melihat itu Presiden. Presiden kita sudah teruji kita lihat tahun ini sudah berapa kali di demo yang bisa di atasi dan pertumbuhan ekonomi kita bisa bertahan diatas 5 persen," pungkasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA