Belasan orang membentuk lingkaran dan kemudian membakar bendera berwarna kuning, hijau, merah dengan bintang di tengah itu.
"Bendera Myanmar sudah terbakar seperti mereka membakar saudara-saudara kami. Silakan, bakar Presiden Myanmar, bakar," teriak orator dari atas mobil komando.
Usai pembakaran bendera, massa mendorong dan menginjak kawat berduri yang membatasi mereka dengan Kedubes, sambil berusaha menerobosnya.
Tanpa diduga, beberapa pengunjuk rasa melempar kayu dan botol air minum ke arah aparat yang membentuk barikade. Bahkan, ada juga yang melempar batu ke arah kendaraan taktis baracuda yang disiagakan polisi tepat di sebelah kendaraan water cannon.
Pihak kepolisian bereaksi, menyemprot massa dengan water cannon untuk mengantisipasi bentrokan yang lebih buruk. Barisan polisi yang bertugas di lapisan kedua bergegas merapatkan barisan dan melengkapi diri dengan pakaian anti huru-hara.
Gesekan tersebut dapat segera diatasi oleh pihak koordinator massa dan aparat kepolisian. Ricuh yang lebih hebat dapat terhindarkan.
Massa aksi solidaritas Rohingya berasal dari belasan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Jabodetabek. Mereka menuntut Duta Besar Myanmar di Jakarta segera angkat kaki dari Indonesia. Mereka juga menuntut staf Kedubes Myanmar menurunkan bendera negara mereka yang berkibar di gedung Kedubes.
[ald]
BERITA TERKAIT: