"Kami warga Indonesia geram, kesal, sedih, marah dan murka melihat dan mendengar kebengisan Pemerintah Myanmar melalui tentara dan warganya yang membantai ratusan ribu warga muslim Rohingya," ujar Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Adam Irham di Jakarta, Sabtu (2/9).
Atas nama kemanusiaan dan pembukaan UUD 45, 'bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, maka DPP Pemuda LIRA mengutuk aksi pembantaian tersebut.
"Bukan hanya itu, kami akan layangkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas dan jelas dengan cara pengusiran Dubes Myanmar atau pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar," ungkap Adam Irham.
Menurutnya, jangan sampai pembantaian dan pembunuhan besar-besaran meluas sampai ke luar wilayah Myanmar. Oleh karena itu, sebelum meluas dan dikhawatirkan ada aksi balasan, Presiden RI harus cepat mengambil keputusan tegas.
Jelas Adam Irham, Pemuda LIRA akan bersuara di masing-masing wilayah dari ujung Sumatera sampai tanah Papua untuk menyuarakan HAM atas warga Rohingya, karena pembantaian manusia adalah kejahatan sadis yang harus diperangi bersama-sama.
"Harapan kami Presiden RI bersedia meneriakkan suara lantangnya, demi kelangsungan hidup umat manusia dan keharmonisan berbangsa dan bernegara, mengingat Myanmar adalah negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN community. Melawan pembantaian manusia adalah kemuliaan berbangsa," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: