Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan pencapaian tersebut menjadi yang terbaik dalam sejarah perusahaan.
"Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh signifikan sebesar 106 persen dibandingkan capaian tahun 2024," kata Untung dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Antam Tbk Tahun Buku 2025 secara virtual, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain laba yang melonjak, Antam juga membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun atau naik 22 persen secara tahunan.
Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan lonjakan laba bersih didorong oleh kuatnya kinerja operasional di seluruh lini bisnis perseroan.
Menurutnya, segmen nikel menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Produksi nikel meningkat 62 persen, sementara penjualan melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami mendapatkan momentum dan memanfaatkan momentum tersebut sebaik mungkin melalui optimalisasi kegiatan pertambangan dan optimalisasi atas Rancangan Kinerja dan Biaya yang telah didapatkan," ujar Handi.
Kinerja bisnis nikel, kata Handi juga ditopang tingginya permintaan bahan baku untuk program hilirisasi di dalam negeri, khususnya industri stainless steel.
Sementara itu, bisnis bauksit mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi. Produksi bauksit Antam meningkat 112 persen, sedangkan penjualannya melonjak 157 persen secara tahunan.
Di sisi lain, bisnis emas juga tetap menjadi salah satu kontributor utama kinerja perseroan. Perseroan mencatat penjualan emas Antam mencapai sekitar 37 ton sepanjang 2025.
"Bisnis emas kami juga tetap menjadi salah satu pendorong utama kinerja melalui tingginya permintaan emas domestik akibat kesadaran masyarakat yang terus bertumbuh setiap tahun untuk berinvestasi di emas," tuturnya.
Selain pertumbuhan pendapatan, Antam juga menjalankan program efisiensi secara konsisten untuk menjaga profitabilitas perusahaan.
"Harga tidak bisa kami kontrol, tetapi biaya bisa kami kontrol. Itu yang kami efisiensikan sehingga mampu meningkatkan overall profitability perseroan," kata Handi.
Ia menegaskan, kombinasi pertumbuhan volume penjualan, reli harga komoditas yang kuat, serta disiplin efisiensi biaya menjadi tiga faktor utama yang mendorong lonjakan laba bersih Antam pada tahun buku 2025.
Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
BERITA TERKAIT: