Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris menyebut bahwa pengungkapan itu merupakan sebuah prestasi Polri di bidang penegakan hukum Indonesia.
Namun begitu, ia meminta masyarakat untuk turut mengimbangi keberhasilan Polri tersebut dengan ikut berperan aktif jika menemui warga yang terindikasi ikut menyebarkan konten sara. Terlebih para pelaku yang ditangkap sebagian besar datang dari berbagai lapisan masyarakat.
"Ini yang masih perlu perhatian serius tentang pemahaman UU 19/2016 tentang ITE di seluruh lapisan masyarakat," jelas politisi PDIP itu.
Pengungkapan sindikat Saracen, lanjut Charles, merupakan bukti adanya pihak-pihak yang terorganisir dan dengan sengaja menyebarkan keresahan masyarakat melalui ujaran kebencian ataupun hoax. Keberadaan motif transaksional antara sindikat penyebar kebencian dengan pihak yang memanfaatkan jasa sindikat tersebut untuk kepentingan yang tidak terpuji, menurutnya, semakin meresahkan masyarakat.
"Jadi penyebaran ujaran kebencian telah menjadi sebuah komoditas yang dilakukan dengan sengaja demi mendapat keuntungan finansial tanpa memikirkan dampak pada tatanan sosial masyarakat kita," kata Charles.
"Padahal, ujaran kebencian adalah benih dari radikalisme dan aksi-aksi intoleran yang dapat memecah belah bangsa. Oleh karena itu penyebaran hoax, informasi provokatif yang mengancam SARA, ataupun ujaran kebencian harus kita perangi bersama," tambah Charles.
Tiga orang yang menamakan diri kelompok atau grup 'Saracen' ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Berdasarkan hasil amatan patroli siber polisi, grup Saracen kerap memposting berita hoax hingga ujaran kebencian yang bernuansa SARA.
Kelompok Saracen ini diketahui memiliki struktur seperti sebuah organisasi, Mereka beraksi sejak 2015
Adapun tiga tersangka yang ditangkap, antara lain yakni MFT (43) di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017. Ia berperan sebagai bidang Media Informasi. Kemudian, perempuan berinisial SRN (32) di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017. Ia berperan sebagai koordinator grup wilayah. Terakhir, Ketua Seracen berinisial JAS (32) di Pekanbaru, Riau pada 7 Agustus 2017.
[ian]
BERITA TERKAIT: