Salah satu pengamat politik tanah air, Adi Prayitno menyampaikan pandangannnya terkait target koalisi tersebut.
"Secara umum koalisi PKS-Gerindra semakin mengawet ya, dan Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta jadi prioritas," kata Adi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/8).
Lebih lanjut Adi menyebut, setidaknya ada tiga poros di Bekasi, yakni koalisi PKS – Gerindra, PDI Perjuangan, dan petahana.
"Yang menarik, kemungkinan besar tiga poros ini akan mengerucut menjadi dua," imbuh Adi.
Menurut Adi, kemungkinan pengerucutan poros tersebut karena calon dari partai PDI Perjuangan memiliki riwayat sebagai narapidana. Hal tersebut akan sangat berpengaruh sehingga menyisakan dua poros yaitu, koalisi PKS - Gerindra dan petahana.
"Posisi koalisi PKS - Gerindra saat ini di Bekasi bagus sekali karena lawannya incumbent. Sebab
incumbent sudah punya catatan penting. Banyak yang merasakan Kota Bekasi belum layak disebut kota, karena begitu semrawutannya penataan kota ini," papar Adi
Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut memandang tata kelola Bekasi masih buruk, bahkan pada tahun 2015 mendapat predikat kota terkotor. Ruang terbuka hijau juga hingga saat ini belum dapat diwujudkan. Selain itu perekonomian di Kota Bekasi masih rendah dilihat dari tingginya jumlah warga miskin dan rentan miskin yang mencapai 357 ribu orang pada tahun 2016.
"Ke depannya, Bekasi harus dipimpin oleh pemimpin yang punya kriteria, pertama kemampuan manajerialnya harus mantap. Kedua, yang punya background ekonomi. Terakhir Kota Bekasi harus punya pemimpin yang dekat dengan Jakarta sebab sebagai salah satu penyangga Ibukota, Bekasi akan banyak berkoordinasi dengan Jakarta," simpul Adi Prayitno.
[wid]
BERITA TERKAIT: