Langkah Lulung Selamatkan PPP Didukung Hamzah Haz

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 08 Agustus 2017, 13:14 WIB
Langkah Lulung Selamatkan PPP Didukung Hamzah Haz
Haji Lulung dan Hamzah Haz/Net
rmol news logo Langkah Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana membentuk Majelis Ash Shuraa untuk menyelamatkan partai menuai dukungan dari sesepuk PPP Hamzah Haz.

Dukungan mantan wakil presiden itu diberikan saat Haji Lulung menyambangi kediamannya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/8/).

Dalam kesempatan tersebut, politikus yang biasa disampa warga Jakarta, Haji Lulung itu datang didampingi jajaran pengurus DPW PPP DKI, untuk menyampaikan kegelisahannya terkait dualisme kepengurusan PPP. Padahal, Pemilu 2019 sudah di depan mata.

"Saya bersama teman-teman pengurus DPW PPP DKI, sowan ke rumah Pak Hamzah Haz. Kami sampaikan ke beliau, bahwa konflik yang berkepanjangan ini membuat kami tidak bisa diam. Kegelisahan ini juga dirasakan para pemilih dan simpatisan PPP di seluruh Tanah Air," kata Haji Lulung,seperti diberitakan RMOLJakarta, Selasa (8/8).

Haji Lulung kemudian mengutarakan niatnya untuk membentuk 'Majelis Ash-Shuraa' sebagai wadah taktis penyelamat partai. Majelis tersebut terdiri dari para pemilih PPP basis kultural se-Indonesia yang memiliki kesadaran bersama untuk memediasi perlunya digelar islah yang sungguh-sungguh dan bersifat permanen.

"Alhamdulillah, beliau sebagai sesepuh PPP mengapresiasi. Ternyata Pak Hamzah Haz juga sepemikiran dengan kami. Intinya, beliau menyambut positif dan mendukung selama itu bertujuan baik (memediasi Romi-Djan). Beliau ingin PPP bersatu dan solid seperti sedia kala," jelas tokoh PPP DKI ini.‎

Haji Lulung menjelaskan bahwa nama wadah ini diambil dari salah satu nama surat dalam Al-Qur'an, yaitu surat yang berisi tentang seruan musyawarah mufakat. Surat itu mengingatkan agar dalam menghadapi persoalan dan perbedaan tetap dalam ikatan persaudaraan dan solidaritas.

"Bahwa setiap persoalan dan perbedaan semua urusan harus ditempuh dengan bermusyawarah. Kita juga diingatkan untuk memutuskannya dengan tidak tergesa-gesa, serta tidak ada di antara mereka yang bersifat otoriter dengan memaksakan pendapatnya," terangnya. [ian]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA