Namun pihaknya menegaskan kalau keputusan itu diambil secara sadar, sekaligus bentuk komitmen partainya untuk tidak berkhianat.
"Partai Hanura ingin menunjukkan konsistensinya sebagai partai politik yang tidak suka khianat pada rakyat, tidak suka khianat pada sahabat dan tidak suka khianat pada yang diusungnya," tegas Oesman Sapta Odang dalam pidato penutupan Rapimnas I 2017, di Hotel The Stones, Sabtu (5/8) malam.
Menurut Oesman Sapta, Partai Hanura akan hadir dalam kebersamaan baik suka maupun duka. Oesman Sapta menambahkan kualitas personal maupun kinerja Jokowi sebagai presiden dinilai Hanura memang pantas untuk diganjar pencalonan kembali.
Pasalnya Oesman yakin Jokowi telah menunjukkan keseriusannya membangun negeri ini. Dia yakin banyak terobosan pembangunan yang dilakukan, begitu banyak keberanian dilakukan untuk menyelamatkan negara ini dari rongrongan idiologi asing.
Presiden Jokowi juga kata dia telah banyak mmebuat terobosan yang bahkan sejak Indonesia merdeka sulit diwujudkan. Misalnya, kesamaan harga energi BBM di Papua, pembangunan infrastruktur bandara di pulau-pulau terluar, pembangunan sarana prasarana yang semuanya mengungguli negara tetangga.
"Hingga tingkat kepercayaan tertinggi di dunia dari rakyat kepada pemerintahnya mencapai 80 persen dalam penghargaan Trust and Confidence in National Government dari data OECD," demikian Oesman Sapta.
[san]
BERITA TERKAIT: