"Kalau memang melihat sendiri suasana pelemahan ya silahkan saja," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Senin (24/7).
Yang pasti, kata politisi Partai Nasdem itu, keterangan mantan anak buah Nazaruddin di perusahaan Permai Group, Yulianis yang membongkar berbagai kejanggalan penanganan kasus di KPK bukanlah hal yang mengada-ada.
"Tapi kalau tadi melihat pelemahan atau tidak. Yang disampaikan Yulianis apakah melemahkan atau tidak. Mengada-ada atau tidak. Kan itu saja persoalannya. Jadi jangan beropini. Pansus kalau beropini adalah rusak. Lebih baik menghadirkan fakta, saksi, sehingga publik menilai. Ini tidak ada hubungan dengan opini," jelasnya.
Salah satu pengakuan Yulianis adalah mengenai salah satu temannya, Minarsih yang pernah bercerita bahwa dia pernah memberikan uang sejumlah Rp 1 miliar langsung kepada Adnan Pandu Praja saat masih menjabat sebagai pimpinan KPK.
Dipertegas soal kuatnya kesaksian Yulianis yang sesungguhnya bukan merupakan pelaku, melainkan hanya mendengar cerita, Taufiqulhadi bilang itu bukanlah masalah. Sebab ke depan, Pansus KPK akan panggil semua pihak-pihak yang sudah disebutkan namanya.
"Semua yang disebutkan namanya akan kami panggil. Semuanya, Pak Adnan pandu juga. Tinggal nanti kita lihat mana benar mana salah. Jadi kita tinggal kroscek saja semuanya," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: