Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Adian Napitupulu: Rekko Mupakalebbi'i, Alemutu Mupakalebbi

Senin, 22 Mei 2017, 05:40 WIB
<i>Adian Napitupulu: Rekko Mupakalebbi'i, Alemutu Mupakalebbi</i>
Adian Napitupulu
PAK Adian yang katanya Politisi Sejati. Publik sangat dikejutkan dengan penrnyataan Anda yang terlalu menyudutkan Wakil Presiden Jusuf  Kalla. Seperti dilansir RMOL, Anda mengatakan telah mencatat sejumlah menteri yang berpotensi mengkhianati presiden dan pemerintahan yang dipilih secara demokratis oleh rakyat.

"Kalau misalnya kemudian Wakil Presiden juga mau mencoba-coba (khianati Jokowi), kita akan mencatat namanya. Dan kami harap, kerakusan-kerakusan untuk berkuasa tidak mengorbankan rakyat kita," ungkap Anda.

Pak Adian yang katanya Politisi Sejati. Ini bukan kali pertama Anda membuat heboh pentas demokrasi negeri. Seperti dilansir Tempo tahun 2015, Anda juga terlibat cekcok dengan seorang pramugari salah satu maskapai penerbangan. Beberapa pengamat politik menertawakan ulah Anda tersebut karena masalah yang anda ributkan dengan seorang pramugari adalah masalah sepele dan tingkah laku Anda sangat kekanak-kanakkan.

Pak Adian yang katanya Politisi Sejati. Kini ucapan Anda terasa melukai hati kami, tidak hanya masyarakat Bugis dan Makassar, saya juga merasa malu mendengar Anda menuduh pak Jusuf Kalla sebagai pengkhianat Presiden. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukanlah pahlawan kesiangan atau orang yang mampu menginvetarisasi siapa-siapa saja pengkhianat Presiden, bagi kami itu tak penting.

Yang kami butuhkan adalah orang yang mampu menenangkan suasana di tengah hiruk-pikuk kondisi demokrasi di Indonesia. Siapa saja yang salah bicara apalagi tidak disertai dengan data-data yang akurat, akan semakin menambah runyam permasalahan di negeri ini.

Pak Adian yang katanya Politisi Sejati. Salah satu nasihat orang Bugis adalah Rekko Mupakalebbi'i, Alemutu Mupakalebbi. Artinya, kalau kamu memuliakan orang, berarti dirimulah yang kau muliakan. Saya tak meminta Anda untuk memuliakan pak Jusuf Kalla, tapi berhentilah membuat kegaduhan dan ugal-ugalan dalam bicara apalagi menuduh orang tanpa bukti dan dasar yang kuat.

Belajarlah untuk memuliakan orang lain, meski orang itu menyakiti hati kita sekalipun. Sebagai politisi yang katanya senior, bukankah seharusnya anda mampu bermanuver dengan baik jika ingin mendapat simpati masyarakat. Iritlah dalam bicara jika itu tidak penting apalagi dirasa akan membuat suasana menjadi kisruh.

Pak Adian yang katanya Politisi Sejati. Limai uwangenna riallolongengi deceng, seuwani pakatunai alemu risilasannae, maduanna saroko maserisilasannae, matellunna makkareso patujue, maeppa’na moloie roppo roppo narawe’, malimanna molae laleng namatike’ nappa sanre’ ri Allah SWT. Artinya adalah ada lima jenis sifat manusia yang mampu menghasilkan kebaikan; pertama, merendahkan diri sepatutnya. Kedua, mencari kawan/sahabat sepatutnya. Ketiga, berbuat/bekerja yang baik dan benar. Keempat, kembali apabila menghadapi rintangan. Kelima, waspada dalam perjalanan sambil berserah diri kepada Allah SWT.

Pak Adian yang katanya Politisi Sejati. Jadilah getteng lempu adatongeng (tegas, jujur serta selalu berkata benar). Inilah seharusnya sifat dasar seorang politisi sejati dan kemanapun anda pergi senantiasa dijunjung tinggi. Tak peduli apa partai Anda, tak peduli apa agama Anda, jika yang Anda sampaikan jujur disertai dengan kebenaran, semua masyarakat pasti akan mendukungnya. Tapi jika ketegasan anda tidak disertai dengan kebenaran dan kejujuran, maka sama artinya anda melakukan kebohongan terhadap diri sendiri.

Pak Adian yang katanya Politisi Sejati. Jadilah sebenar-benarnya politisi sejati, yang setiap kata dan janjinya teruji. Setiap kehadiran dan komentarnya mampu menenangkan suasana hati dan program kerjanya mampu menjadi solusi. [***]

M. Abrar Parinduri
Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA