Sekarang, mereka masuk kategori "Barisan Sakit Hati". Kelas cecunguk. Gagal move on permanen. Ngga bisa terima kekalahan.
Habit destruktif cyber mereka sudah membatu. Selalu mencari cela menjelek-jelekan Anies dan Sandi.
Setiap hari, ada saja teror hoax yang mereka sebar. Sebelum dan sesudah pilkada, kelakuan mereka sama.
Ahoker sudah tidak relevan dibahas. Mereka kalah telak. Namun disinformasi dan hoax mesti dilawan. Saya kira sebuah tim mesti dibentuk. Namanya Densus Cyber Anti Teror.
[***]
Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: