APBN Ngos-ngosan, Awal Tahun Defisit Rp54,6 T Disusul Februari Tekor Rp135,7 T

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Rabu, 11 Maret 2026, 14:46 WIB
APBN <i>Ngos-ngosan</i>, Awal Tahun Defisit Rp54,6 T Disusul Februari Tekor Rp135,7 T
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Rabu, 11 Maret 2026. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
rmol news logo Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Februari 2026. 

Angka ini melebar dari defisit Januari 2026 sebesar Rp54,6 triliun, setara 0,21 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merinci belanja negara di bulan kedua tahun ini telah mencapai Rp493,8 triliun atau mencapai 12,8 persen dari outlook tahun 2026, naik dari realisasi tahun sebelumnya Rp348,1 triliun.

Sementara pendapatan negara tercatat mencapai Rp358,0 triliun atau baru 11,4 persen dari target APBN pada 2026. Angka tersebut naik dari realisasi pada tahun lalu sebesar Rp317,4 triliun. Sehingga APBN defisit Rp135,7 triliun.

“Memang desain APBN kita defisit, dan belanjanya lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah dan lain-lain terhadap perekonomian lebih berasa,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa pada Rabu, 11 Maret 2026.

Sementara itu defisit keseimbangan primer tercatat mencapai Rp35,9 triliun, dari target keseimbangan primer yang didesain defisit sebesar Rp89,7 triliun.rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA