Alex Noerdin "The No Fire Governor", Singapura Dukung KEK TAA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 06 April 2017, 22:58 WIB
Alex Noerdin "The No Fire Governor", Singapura Dukung KEK TAA
RMOL
rmol news logo Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin mendapat julukan baru, yaitu "The No Fire Governor". Sebagaimana disampaikan oleh audience saat dirinya menjadi keynote speaker pada The 4th Singapore Dialogue on Sustainable World Resouces, di The St. Regis Singapore, Kamis (6/4).

Alex Noerdin yang merupakan satu-satunya gubernur dari Indonesia diundang untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Julukan baru bukan tidak berlasan, Alex Noedin dinilai dapat mengajak mitra swasta, lembaga sosial masyarakat (LSM) yang bersama pemerintah mengatasai kebakaran hutan dan lahan.

Dengan Alex Noerdin menjadi pembicara dalam The 4th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources dilanjutkan dengan kunjungan tim dari Singapura pada Agustus mendatang ke Sumsel. Kemudian pada 11 April mendatang, Alex Noerdin diminta menjadi keynote speaker dalam acara yang bekerja sama dengan JICA, KLHK dan BRG di Universitas Tokyo, Jepang. Namun kali ini dengan isu seputar menyiasati peluang bisnis di lahan gambut yang berkearifan lokal.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung dalam The 4th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources kali ini. Para audience dari The 4th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources sendiri memuji keberanian Alex Noerdin yang mengajak mitra internasional untuk dapat bersama berdiskusi di Palembang pada The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting pada 9-10 Mei mendatang di Sumsel.

The 4th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources dibuka langsung oleh Prof. Simon Tay selaku chairman Singapore Institute of international Affairs. Dalam kesempatan ini, Alex Noerdin menjelaskan bahwa terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel khususnya.

Menurutnya, bagaimana melibatkan stakeholder yang ada untuk bersama merestorasi lahan. Tercatat 2.700 lembaga independen menjangkau sekitar 5.500 hektar lahan yang ada di Sumsel. Ini merupakan organisasi independent terbesar di dunia yang keseluruhanya memiliki sertifikat dari RSPO (The Roundtable on Suistainable Palm Oil). Lanjutnya. Sejak Juni 2016, Indonesia peatland Organiszation Agency (BRG) telah berkerja sama dengan NGO dan komunitas lokal menjalankan restorasi lahan di Sumsel.

Sementara itu, dalam pembicaraan bilateral antara Alex Noerdin dengan Mr.Masagos Zulkifli selaku menteri Lingkungan dan Sumber Air Singapura mengatakan, Singapura siap bekerja sama terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan restorasi. Tidak hanya itu, pihak Singapura mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (KEK TA) karena di Singapura tidak memiliki lahan lagi.

Tidak hanya itu, pejabat menteri yang ternyata keturunan Palembang itu juga sangat mengapresisasi upaya Gubernur Alex Noerdin dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu pihaknya memberikan bantuan dan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla dan pelestarian hutan di Sumsel pada khususnya. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA