Begitu kata politisi PKS Fahri Hamzah dalam akun
Twitter pribadinya
@Fahrihamzah sesaat lalu, Selasa (4/4).
"Petahana bahkan kehabisan akal untuk menghabiskannya. Daya serap APBD DKI termasuk terendah se-Indonesia. Bandingkan dengan Jawa Barat yang penduduknya 5x DKI, tapi APBD-nya kurang dari setengah DKI, yang hanya sekitar Rp 32 triliun di tahun 2017," ujarnya.
Atas alasan itu, ia berpendapat bahwa di Jakarta seorang pemimpin bisa membangun apa saja tanpa harus menyengsarakan rakyat dengan cara menggusur.
"Uang Jakarta terlalu banyak. Problem Jakarta adalah problem imajinasi. Kita memerlukan otak besar untuk menjadikannya menawan dan membanggakan," lanjut Wakil Ketua DPR RI ini.
Fahri menilai, Jakarta tidak kekurangan pimpinan proyek atau arsitek pengembang danau atau taman yang bisa menyulap tempat kumuh menjadi indah. Tapi yang tidak dimiliki Jakarta adalah kehadiran akal sehat dan wawasan.
"Di sini kita memerlukan Anies Baswedan yang bersekolah jauh dan memulai dirinya dari bawah, sebagai orang biasa. Tapi Anies adalah aktivis, hidupnya idealis. Sekarang kita perlu dia untuk Jakarta yang sudah luka, yang tegang dan kadang-kadang mengerikan," sambungnya.
Jakarta, masih kata Fahri, juga merindukan keindonesiaan hadir pada suasana yang sedang tegang dan memantik permusuhan ini. Bangsa ini memerlukan Jakarta kembali menjadi ibukota yang teduh, yang memungkinkan warganya duduk dan berpikir secara tenang.
"Jakarta memerlukan Anies Baswedan dan kita semua menitipkan harapan," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: