Anak muda, lanjut Fahri, justru menganggap pembangunan memakai dana swasta adalah prestasi Pemda DKI. Padahal menurutnya hal itu janggal.
"Satu sisi meme perbaikan taman kota dan danau dalam kota ramai, tapi serapan anggaran rendah. Anak-anak muda bertepuk tangan seolah itu prestasi pembangunan dan penghematan sekaligus," ujarnya dalam akun
Twitter pribadi
@Fahrihamzah, Senin (3/4).
Menurutnya, generasi muda tidak paham bahwa ada kepentingan swasta di balik pembangunan itu. Salah satunya kepentingan untuk mendapatkan akses kepada pemerintahan.
"Lalu dengan segala cara, termasuk menyogok, untuk mendapatkan akses. Sekarang ada cara legal yaitu membangunkan proyek. Anda tahu apa yang terjadi? Yang pertama dan utama adalah lumernya batas antara pemerintah dan pengusaha," sambungnya.
Fahri mengaku kecewa dengan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menganggap kasus ini akan bermasalah.
"Saya nggak paham kenapa lembaga seperti KPK justru tidak melihat ini sebagai awal dari konflik kelentingan (conflict of interest). Dan setiap konflik kepentingan menyeret kepada konflik kepentingan lainnya?" pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: