Cerita Menteri Basuki Diperintah Presiden Robohkan Pos Perbatasan Dalam Waktu 2 Minggu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 17 Maret 2017, 01:25 WIB
Cerita Menteri Basuki Diperintah Presiden Robohkan Pos Perbatasan Dalam Waktu 2 Minggu
Jokowi-Basuki
rmol news logo Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pada akhir tahun 2014, dirinya ditugasi Presiden Joko Widodo untuk merobohkan seluruh bangunan pos lintas batas negara (PLBN) dalam waktu 2 minggu.

"Diperintahkan Pak Presiden robohkan semua PLBN dalam waktu dua minggu dan segera membangun kembali PLBN baru yang lebih bagus dari negara tetangga," kata Basuki saat peresmian PLBN Terpadu Badau di perbatasan Indonesia dengan Serawak di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (16/3).

Beroperasinya PLBN Badau ini diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan lintas batas negara, keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

"Revitalisasi pos perbatasan juga harus bisa menumbuhkan pusat pertumbuhan wilayah baru sebagai embrio kawasan perbatasan Badau," tegas Basuki.

Tak hanya itu, Basuki juga menuturkan pembangunan pos perbatasan baru tersebut juga akan memperlihatkan wajah perbatasan NKRI setara bahkan lebih baik dari negara tetangga.

"Pos-pos perbatasan layak disebut sebagai beranda depan Indonesia sebagai negara besar yang berdaulat, berdaya saing, dan aman," demikian Menteri Basuki.

Sebelumnya PLBN Entikong dan Motaain sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Desember 2016 lalu. Pada Sabtu (18/3) besok, direncanakan Presiden Jokowi akan meresmikan PLBN Aruk yang berada di Kabupaten Sambas, Kalbar. Tiga PLBN lainnya yakni Motamasin, Wini dan Skouw akan diresmikan kemudian.

Turut hadir meresmikan selain presiden Joko Widodo, Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH, dan Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA